Sabtu, 24 November 2012

Sistem Multi Partai di Indonesia

Latar Belakang

Definisi partai politik menurut miriam ialah kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Dan bertujuan memperoleh kekuasaan politik untuk melaksanakan programnya.
Sistem kepartaian ialah suatu bentuk dari interaksi partai.Sistem kepartaian di buku miriam umumnya di bagi mejadi tiga, yakni partai-tunggal, sistem dwi-partai, dan sistem multi partai. Dari ketiga sitem kepartaian ini manakah yang diterapkan di Indonesia? Dan apa saja kekurangan dan kelebihan Sistem partai yang dianut negara Indonesia.

Identifikasi

Secara prakteknya Sistem kepartaian yang diterapkan di Indonesia adalah sistem multi partai. Ini bisa kita lihat dalam banyaknya jumlah partai-partai politik yang ikut serta dalam setiap pemilihan legislatif.
Namun sebelum menerapkan sistem multi partai Indonesia juga pernah menerapkan sistem partai tunggal atau sistem satu partai. Sistem satu partai ini terjadi pada pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh presiden Soeharto. Menurut beliau, banyaknya jumlah partai yang ingin berpartisipasi dalam sistem pemerintahaan dapat mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan politik. Dan untuk mengatasi ketidakstabilan ini maka pada tahun 1974 Presiden Suharto melakukan restrukturisasi partai politik, yaitu melakukan penyederhanaan partai melalui penggabungan partai-partai politik. Hasil dari restrukturisasi partai politik tersebut adalah munculnya tiga partai politik (Golkar, PPP, dan PDI). PPP merupakan hasil fusi dari beberapa partai politik yang berasaskan Islam (NU, Parmusi, PSII dan Perti). PDI merupakan hasil penggabungan dari partai-partai nasionalis dan agama non-Islam (PNI, IPKI, Parkindo, Katolik). Sedangkan Golkar adalah partai politik bentukan pemerintah Orde Baru.
Tapi, banyak ahli yang berpendapat, pada masa ini lebih dikatakan sebagai masa dimana hanya ada satu partai yang paling dominan (berpengaru) dalam tata politik di Indonesia. Partai itu tidak lain dan tidak bukan adalah partai GOLKAR yang merupakan partai yang dikatakan partai kuat, sehingga ketika berkompetisi dengan partai lain, akan sulit mengalahkan partai ini.

Rumusan masalah
  1. Sistem kepartaian apa yang digunakan di Indonesia?
  2. Apa kelebihan dan kekurangan Sistem partai yang diterapkan tersebut?

PEMBAHASAN 

Sistem kepartaian di buku miriam umumnya di bagi mejadi tiga, yakni partai-tunggal, sistem dwi-partai, dan sistem multi partai
Sistem partai tunggal atau Sistem satu Partai
Beberapa pengamat beranggapan bahwa istilah ini kurang relevan, sebab suatu sistem selalu mengandung lebih dari suatu bagian. Jadi, dianggap tidak relevan. Meski begitu, sistem ini telah luas dikenal dan di aplikasikan di banyak negara. Seperti di beberapa negara di afrika, di cina, kuba, dan uni soviet. Di sistem ini, suasananya non-kompetitif, sebab semua golongan harus menerima pimpinan partai tersebut dan tidak di benarkan untuk bersaing dengannya dan dianggap pengkhianatan. Ada kecenderungan sistem ini di anut oleh negara yang baru terlepas dari kolonialisme, sebab pemimpin yang baru naik ingin mengintegrasikan berbagai golongan agar dapat tercapainya pembangunan yang future-oriented.
Contoh yang dianggap paling berhasil ialah Partai Komunis Uni Soviet. Saat pemerintahannya, partai ini benar-benar dalam keadaan non-kompetitif. Sebab partai oposisi akan dianggap sebagai pengkhianatan. Partai tunggal serta organisasi yang bernaung di bawahnya berfungsi sebagai pembimbing dan penggerak masyarakat dan menekankan perpaduan antara kepentingan partai dengan kepentingan masyarakat secara menyeluruh.
Sistem Dwi-Partai atau Sistem dua partai
Dalam kepustakaan ilmu politik, sistem ini bisa diartikan adanya dua partai yang selalu dominan dalam penggapaian hak suara. Dewasa ini hanya beberapa negara yang bersifat dwi-partai. Yakni Inggris, AS, Filipina, Kanada, dan Selandia Baru. Dalam sistem ini pihak yang kalah akan menjadi pengecam utama jika terdapat kesalahan (setidaknya menurut mereka) dalam kebijakan partai yang menduduki kepemerintahan, dengan pengertian sewaktu-waktu peran ini dapat tertukar. Ada tiga syarat agar sistem ini dapat berjalan baik. Yakni masyarakat bersifat homogen, masyarakat memiliki konsensus yang kuat mengenai asas dan tujuan sosial politik, dan adanya kontinuitas sejarah.
Inggris dapat dikatakan yang paling ideal. Partai buruh dan partai konservatif bisa dikatakan tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal asas dan tujuan politik, sehingga perubahan kepemimpinan tidak terlalu mengganggu kontinuitas kebijakan pemerintah. Hanya saja partai buruh lebih condong membuat pemerintah melakukan pengendalian dan pengawasan di bidang ekonomi. Sedang patai konservatif lebih memilih kebebasan berusaha.
Selain partai ini ada partai-partai kecil lain. Pengaruhnya memang terbatas, namun pada saat perbedaan suara antara dua partai dominan tipis. Posisi mereka menjadi krusial, hingga partai dominan biasanya akan mengadakan koalisi dengan partai-partai ini.
Sistem ini umumnya dianggap lebih kondusif, sebab terlihat jelas perbedaan partai oposisi dan pemerintah. Akan tetapi hal ini juga memungkinkan tingginya ketajaman perbedaan kedua belah pihak, karna tidak memiliki pihak ketiga sebagai penengah. Sistem ini juga biasanya memberlakukan sistem distrik, dimana setiap daerah pemilihan hanya ada satu wakil saja.

Sistem multi-partai atau Sistem banyak partai
Umumnya sistem ini dianggap cara paling efektif dalam merepresentasikan keinginan rakyat yang beranekaragam ras, agama, atau suku. Dan lebih cocok dengan plurartas budaya dan politik di banding dwi partai. Sistem ini di gunakan di Indonesia, Malaysia, Belanda, Australia, Prancis, dan Sweadia. Sistem ini dalam kepemerintahan parlementer cenderung menitikberatkan kekuasaan pada badan legislatif, hingga badan eksekutif sering berperan lemah dan ragu-ragu. Sebab tidak ada satu partai yang cukup kuat untuk menduduki kepemerintahan sendiri hingga memakasa untuk berkoalisi. Sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih rumit karna harus bermusyawarah dengan partai-partai koalisi. Sebab bukan tidak mungkin partai koalisi ditarik hingga berkurangnya mayoritas dalam parlemen.
Dilain pihak, peran partai oposisi menjadi kurang jelas. Karna sewaktu-waktu setiap partai dapat diajak bergabung dalam koalisi. Sehingga mengakibatkan ketidak stabilan dalam strategi yang tergantung pada kegentingan masing-masing partai. Dan seringkali partai oposisi kurang dapat menyusun program alternatif bagi pemerintah. Walaupun tidak selalu, karna di Belanda, Norwegia, dan Swedia dapat menjadi contoh yang dapat mempertahankan stabilitas dan kontinuitas dalam kebijakan publiknya.
Dalam penjelasan diatas, dapat dilihat sistem partai yang diterapkan di Indonesia adalah sistem multi partai.
Menurut pandangan saya sebagai seorang mahasiswa kelebihan dan kelemahan Sistem multi partai yaitu:

Kelebihan:
Ø      Aliran politik tersalurkan,  dengan terbukanya kesempatan yang luas bagi semua partai politik baik partai politik yang baru berdiri maupun partai politik yang sudah berpengalaman maka aliran-aliran politik yang dibawa dari masing-masing partai tersebut akan tersalurkan.
Ø      Rakyat mempunyai banyak pilihan, rakyat dalam hal ini dapat menentukan partai mana yang baik menurutnya untuk menjalankan tugas-tugas yang pro terhadap rakyat
Ø      Terdistribusinya kekuasaan, tidak seperti sistem partai tunggal dalam sitem partai ini tidak boleh terdapat satu kekuatan yang berkuasan.

Kelemahan:
Ø      Stabilitas politik tidak dijamin karena terlalu banyaknya partai, dengan banyaknya partai yang berpartisipsi maka akan berdampak pada terganggunya stabilitas politik.
Ø      Rakyat menjadi bingung, karena jumlah partai yang banyak, beberapa masyarakat yang tidak terlalu mengerti dunia perpolitikan akan menjadi bingung, sehingga meningkatkan terjadinya GOLPUT
Ø      Memakan banyak biaya, makin bertambahnya partai di Indonesia maka biaya operasional juga akan semakin bertambah.

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan ini ialah:
Ø      Indonesia menerapkan sistem multi partai yang bertujuan untuk tidak terjadinya pemusatan kekuasaan pada atau kelompok atau partai tertentu
Ø      Sitem multi partai tidak sepenuhnya efektif karena masih adanya kekurangan yang terjadi pada proses penerapannya
Ø      Sistem multi partai telah membuka kesempatan yang luas bagi partai-partai baru untuk ikut serta dalam dunia perpolitikan di Indonesia

SARAN

Saran yang dapat saya kemukakan dalam tulisan ini adalah, Indonesia sebagai penganut sistem multi partai telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin berpolitik, dengan memasuki partai politik maka kita dapat menyalurkan aspirasi kita bagi masa depan bangsa Indonesia, walaupun kita tidak termasuk anggota dalam partai itu, kita dapat berpatisipasi dengan cara mendukung partai politik mana yang mengutamakan kepentingan rakyat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar